| Tersedianya: | |
|---|---|
Parameter Produk
| Spesifikasi | Pelat Gelombang Orde Rendah | Pelat Gelombang Orde Nol Sejati | Pelat Gelombang Orde Nol | Pelat Gelombang Akromatik |
| Bahan | Kuarsa | Kristal Birefringent | ||
| Hapus bukaan | >90% | |||
| Dimensi | Dirancang khusus | |||
| Toleransi dimensi | +0/-0,1 mm | +0/-0,2 mm | ||
| Penyimpangan muka gelombang | /8 @ 632,8nm | λ/4 @632.8nm (untuk tipe spasi udara) | ||
| Akurasi penundaan fase | /300 | /100 | ||
| Paralelisme | <1 detik busur | <10 detik busur | ||
| Kualitas permukaan | 20-10 S/D | 40-20 S/D | ||
| Lapisan | AR | Tidak dilapisi untuk standar, tersedia lapisan AR | ||
| Panjang gelombang standar | 266nm,355nm,532nm, 632,8nm,780nm,808nm, 850nm, 980nm, 1064nm,1310nm, 1480nm,1550nm |
λ/4:1480nm,1550nm λ/2:980nm,1064nm,1310nm, 1480nm,1550nm |
266nm, 355nm, 532nm, 632.8nm,780nm,808nm, 850nm, 980nm,1064nm, 1310nm, 1480nm,1550nm | 450-650nm, 550-750nm 650-1100nm 900-2100nm |
Pengenalan Produk
Pelat gelombang, juga dikenal sebagai pelat penghambat fase, adalah perangkat optik yang dapat menghasilkan perbedaan jalur optik tambahan (atau perbedaan fase) antara dua getaran cahaya yang saling tegak lurus. Biasanya terbuat dari kristal birefringent seperti kuarsa, kalsit, atau mika dengan ketebalan yang tepat, dan sumbu optiknya sejajar dengan permukaan pelat. Ketika cahaya terpolarisasi linier datang tegak lurus pada pelat gelombang, arah getarannya membentuk sudut tertentu dengan sumbu optik pelat, sehingga terurai menjadi dua komponen: satu tegak lurus sumbu optik (o-getaran) dan yang lainnya sejajar dengan sumbu optik (e-getaran). Kedua komponen ini merambat dengan kecepatan berbeda (dengan indeks bias berbeda) di dalam kristal, menghasilkan perbedaan jalur optik dan selanjutnya perbedaan fasa saat keluar dari kristal. Pelat gelombang dapat digunakan dalam aplikasi berikut:
Kontrol Polarisasi: Pelat gelombang dapat dikombinasikan dengan elemen optik lainnya (seperti polarizer, lensa, dan cermin) untuk membentuk sistem optik yang lebih kompleks untuk mengontrol keadaan polarisasi cahaya.
Interferometri: Dalam interferometri, pelat gelombang digunakan untuk menyesuaikan keadaan polarisasi cahaya untuk mencapai pengukuran yang lebih tepat.
Laser: Pelat gelombang memiliki berbagai aplikasi dalam laser, seperti penggabungan dan pemisahan panjang gelombang, Q-switching, dan pemadaman interferensi destruktif.